"Semper Fidelis" is Latin for "Always Faithful." .....
Beberapa waktu lalu para alumni bakti idhata ingin membuat sebuah ikatan alumni.dengan dasar untuk menampung dan mendata para alumni bakti idhata agar mudah di hubungi pada saat akan mengadakan reuni akbar.kabar yang saya dengar kegiatan ini sudah berjalan dengan baik hingga-hingga sudah membuat AD/ART.entah mengapa kelompok ini yang bersifat kelompok yang positif belum juda di approve oleh kepala sekolah bakti idhata.
VISI
Produk kenangan adalah sebuah produk memori yang di ciptakan untuk sekedar mengenang,mengingat atau bahkan sumber informasi.wadah ini sering di aplikasikan oleh para pelajar di akhir masa sekolahnya dengan berupa buku tahunan.perlu disadari betapa pentingnya buku tahunan sebagai alat penyimpan memori.beberapa tahun belakangan murid-murid bakti idhata memang sedang bencar membiasakan untuk memproduksi buku tahunan.terdengar baik memang ,mengingat bahwa baqdhat merupakan sekolah yang notabene tidak mempunyai budaya "mememori".
percaya ga percaya...sma kita punya segudang manusia yg berpengalaman dalam hal mengolah bola..berikut ulasan sedikit tentang cocacola cup
Ulasan
Di tiga menit awal Gilang dan kawan-kawan mampu memberi perlawanan pada tim SMA Bakti Idhata yang turun dengan jumlah yang lengkap dan komposisi terbaiknya. Namun, setelah itu gawang SMAN 2 Ketapang menjadi lumbung gol bagi Haris M. dan kawan-kawan. Dalam tempo 17 menit, gawang SMAN 2 Ketapang kebobolan 14 gol.
Hasil pertandingan antara SMAN 2 Ketapang dengan SMA Bakti Idhata ini menjadi rekor baru dalam penyelenggaraan Piala Coca-Cola 2006. Rekor kemenangan terbesar sebelumnya diperoleh SMAN Uswatun Hasanah Jakarta Timur yang menumbangkan SMAN Trinitas 11-0.
Meski kalah telak, tim SMAN 2 Ketapang tak terlihat kecewa. Mereka malah bangga bisa tampil penuh menghadapi SMA Bakti Idhata. “Sebelum bertanding, memang kami sudah tahu akan kalah sebab tak mungkin tim yang tak lengkap bisa mengalahkan tim yang lengkap. Hanya saja kami ingin menunjukkan sportifitas dan semangat pantang menyerah sebelum pertandingan selesai,” terang arsitek tim Raffles Priggandin.
Dia menjelaskan bahwa timnya hanya diperkuat tiga pemain karena pemain lainya tak mengantongi Id card yang diharuskan panitia pertandingan. “Id card lainnya hilang setelah kami kalah 1-2 dengan SMAN 4 Bekasi di pertandingan pertama dan bermain imbang 1-1 dengan SMA PSKD Jakpus di pertandingan kedua,” ujarnya.
Raffles mengatakan pihaknya minta kebijakan kepada panitia agar tetap menurunkan pemain yang tak memiliki id card, tapi permintaan tersebut ditolak. “Ya, bisa ditebak kalau kemudian kami menempati posisi paling buncit di Grup 42,” ujar Raffles.
Mengenai keluhan tim SMAN 2 Ketapang itu, koordinator seksi pertandingan Edy Sutrisno mengatakan pihaknya tak mau melanggar aturan yang telah disepakati. “Kami mendisiplinkan peserta melalui aturan tersebut,”tegas Edy.
mungkin banyak yang bertanya dari mana saya mendapatkan info.sang juragan pasti punya juragan....itulah illustrasinya! saya mungkin bukan seseorang yang sangat dekat dengan kehidupan di bakti idhata....buat saya informasi sekecil apapun penting dan dapat di kembangkan .kalau bertanya dari mana asalnya,jelas sebagai alumni saya masih mempunyai koneksi di dalam lingkup korps pengajar yang sangat "bersih" itu.
IN MY LIFE I LOVE YOU MORE........
selamat berjuang adik-adikku...yakin tuhan bersama kalian saat ujian...
Mau tidak mau setiap sekolah yang berada di wilayah jakarta mematuhi peraturan yang di terapkan oleh gubernur jakarta itu.beberapa sekolah yang saya amati sudah menerapkan peraturan itu.tapi ada sebuah ironi yang saya rasakan satu sekolah yaitu bakti idhata belum (atau mungkin tidak) menerapkan peraturan pemprov DKI itu.dalam hati saya berkata "apa yang di inginkan dari sekolah ini?".
Susah memang menjawabnya!!.mungkin hanya pejabat sekolah itu sendiri yang bisa menjawab secara pribadi.seharusnya diliat dari letaknya bakti idhata masuk dalam kawasan jakarta selatan.seharusnya mereka mematuhi peraturan itu.
6.30 mungkin mereka anggap sebagai musuh...sebuah ironi....tanah yang mereka tempati adalah tanah jakarta.tapi peraturan yang mereka taati peraturan pribadi.hehehe..saya hanya bisa terheran dan tertawa....
Pesan saya sebagai bandit idhata...tolonglah kalian sebagai petinggi idhata memahami dan mematuhi peraturan gubernur DKI..seperti kalian memaksa murid-murid kalian mematuhi peraturan yang kalian ciptakan...sama seperti kami yang mematuhi perintah kalian untuk menjauhi adik-adik kami...berfikirkah kalian bahwa peraturan dibuat untuk di patuhi?...
kalaupun argumen kalian berkata bahwa peraturan itu berlaku untuk sekolah negeri.....sadarkah kalian bahwa status kalian adalah mutant!!!
setengah swasta...setengah negeri....
salam ironman




