Budaya berbahaya...

Diposting oleh Ironman | 08.35 | 1 komentar »

Guru sebuah kata yang mungkin ber-arti di gugu dan di tiru.tapi mungkin(lagi)prinsip ini sudah mulai memudar atau mungkin hilang di bakti idhata.sebuah hal yang sangat disayangkan bahwa para guru di SMK/SMA bakti idhata meng-indah-kan prinsip tersebut.banyak contoh mulai dari yg kecil hingga yang melanggar KUHP.
hal ini sudah sampai pada taraf yang sangat menghawatirkan dimana sekolah yang notabene sebagai lembaga pendidikan(tentunya harus mendidik yang baik) mempunyai guru-guru yang bermoral BEJAT....terlalu kasarkah kata-kata saya?.tetapi itulah kata yang pantas untuk menggambarkan situasi ini.
kita ambil satu contoh..SOGOK-MENYOGOK adalah sesuatu hal yang lumrah terjadi di bakti idhata.praktik ini sudah berjalan lama.dari hasil pantauan saya praktik ini berjalan sudah sekitar 4 tahun.memang tidak ada data pasti kapan tepatnya praktik ini di mulai.cukup menyakitkan memang mendengar cerita bahwa sogok-menyogok dan suap sudah berkembang luas hingga ke instansi pendidikan.
yang lebih mengenaskan lagi bahwa beberapa guru menganjurkan murid untuk membayar sejumlah uang ataupun berupa barang untuk sebuah nilai yang belum tuntas atau dengan kata lain suapan pengatrol nilai.
masih segar ingatan saya ketika berbicara pada seorang junior saya.ia mengaku seorang guru komputer memintanya membelikan sebuah "kado" untuk menambah nilai yang kurang.bahkan ada junior saya yang lain tidak naik kelas karena wali kelasnya mengetahui bahwa "kado" yang di berikan lebih murah dari guru lain.
prihatin saya mendengar peristiwa itu.guru yang seharusnya menjadi tauladan dan panutan
malah mengajarkan sesuatu hal yang menurut saya(pasti orang-orang juga berfikir sama)tidak pantas dilakukan.seakan mereka menjadikan nilai murid celah untuk mendapat keuntungan.
memang masih ada guru-guru yang mengabdi secara baik tetapi jumlahnya tidak sebanding.
haruskah dunia pendidikan kita hancur karena oknum-oknum ini....?

berikut inisial oknum guru:
1.ZK
2.SMD
3.JND
4.ISN
5.SGN
6.dll.termasuk guru-guru baru!

Alumni..masalah atau solusi?

Diposting oleh Ironman | 07.38 | 0 komentar »

Mungkin semua tau bakti idhata adalah sekolah yang notabene-nya sebagai sekolah yang doyan tawuran.Dan mayoritas sekolah yang terkenal dengan kebiasaan berkelahinya akan menumbuhkan jiwa-jiwa "jagoan" baik di kalangan siswa maupun alumni.yang memang posisinya adalah bentukan dari proses mental "jagoan" itu.

karena sikap jagoanya sewaktu sekolah itu sering kali mereka seperti bebas melakukan segalanya termasuk meminta uang secara paksa terhadap junior-junior.dan itu menjadi tradisi yang turun-temurun bahkan setelah mereka lulus sekolah.untuk hal yang satu ini "label" alumni sangat lah menguntungkan di satu sisi mereka menganggap diri mereka hebat,senior,sakti dll.bahkan sebagian ada yang seolah mengkultuskan figur alumni.
merepotkan memang sikap alumni yang seperti ini dan ini juga menjadi PR bagi sekolah macam bakti idhata(baqdhat).tetapi perlu di ketahui bahwa alumni adalah tonggak penting pen-citra-an sekolah di dunia luar.sikap sekolah baqdhat yang seakan mem-berangus para alumni tidak lah salah di lihat dari latar belakang mereka yang begitu agresif.tetapi apakah pantas mereka di "habisi" begitu saja?
saya rasa itu pertanyaan yang wajib di lontarkan kepada pemimpin bakti idhata.alumni memang bisa menjadi pedang bermata dua tergantung bagaimana.sekolah menanganinya hal ini di sebabkan oleh sifat alumni yang dapat bergerak tanpa ikatan.dengan kata lain alumni dapat memberikan citra positif atau negatif tanpa harus takut di persalahkan oleh pihak sekolah.
banyak fungsi positif dari alumni selain pencitraan.mereka dapat di perbantukan di sekolah baik urusan formal atau non-formal,menjadi pembimbing bagi junior-junior,membuka link untuk kegiatan sekolah baik intrakurikuler maupun ekstrakurikuler.jika hal ini dapat di manfaatkan dengan baik oleh sekolah maka kesuksesan dapat diraih secara mutualisme.
tapi apa yang terjadi di bakti idhata sekarang?
-para murid di doktrin uktuk menjauhi alumni mereka.
-sekolah terlalu money oriented tidak memberi kesempatan pada alumni "miskin" untuk hubungan khusus kepada sekolah.
-sekolah terlalu phobia terhadap kata alumni dan tidak ber-usaha memperbaiki hubungan dengan alumni sedangkan alumni terus berusaha.
-sering menjelek-jelekan nama alumni di depan siswa.
-mereka tidak punya rasa terimakasih kepada "pahlawan prestasi" ini.

menjadi solusi atau masalah sebenarnya ada di tangan sekolah itu sendiri.tergantung bagaimana mereka menanganinya.


bakti idhata adalah tempat yang kami hormati....jadi hormatilah apa yang telah kami perbuat untuk idhata.....

sekian

Selamat Natal dan Tahun baru

Diposting oleh Ironman | 05.09 | 0 komentar »

Dalam kesempatan ini, izinkanlah saya menyampaikan dua ucapan selamat:

Selamat Natal dan Tahun Baru 2009

Selamat Tahun Baru Hijriyah 1430H

Semoga Tuhan Semesta Alam senantiasa melindungi Bakti Idhata dari 'marabahaya' dan 'kejahatan'. Semoga keselamatan senantiasa mengiringi derap langkah bangsa dan negara kita dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat nusantara menuju Indonesia Raya.

"murid itu tugasnya belajar! jadi kamu harus  bawa buku dan pulpen" kata sang guru."malah rokok yang kamu bawa,sekarang kamu saya hukum tidak boleh ikut ulangan.sudah gak punya pulpen mau ulangan lagi!!" hardik si guru.akhirnya si murid sebut saja namanya Angga,pulang dengan wajah tertunduk lesu memikirkan nilai akhirnya yang bakalan hancur karena melewati ulangan hari ini.singkat cerita akhirnya nilai si Angga hancur Angga pun bingung bagaimana ia harus memperbaikinya

Bertemulah ia dengan si guru,"pak saya minta perbaikan nilai" kata Angga."ah...saya gak ada waktu,besok saja" kasa si guru brengsek itu."pak tapi kan besok sudah libur semester-an" lanjut Angga."yaudah saya kasih nilai...tapi kamu bisa kasih saya apa?" tawar si guru "hmmmm...apa ya" "yaudah kamu beliin saya Lucky Strike aja 3 bungkus". "..................."tanpa bicara Angga pun langsung pergi ke warung untuk membeli rokok.
sewaktu di warung di tanyalah Angga oleh seorang perwira polisi bernama pak simbolon yang berpangkat kompol."beli rokok kok banyak amat de' " tanya pak simbolon."iya pak di suruh guru katanya sih buat dia" kata Angga dengan kesal."nilai kamu jelek ya? emang kenapa bisa jelek?" tebak pak simbolon."iya pak gara-gara gak ikut ulangan"kata angga "kamu bolos waktu ulangan?" tanya simbolon "gak pak saya ketahuan bawa rokok sama gak bawa pulpen"sahut Angga."oh......"jawab pak simbolon.
akhirnya Angga pun kembali ke sang guru.kompol simbolon pun tersenyam kecut dan terlintas di benaknya sambil berkata "ironis memang mutualisme antara tembakau dan pulpen".

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
dari cerita di atas teman-teman bisa menilai keadaan di bakti idhata.cerita di atas adalah cerita semi-fiktif yang merefleksikan kondisi sekolah bakti idhata...... semoga teman-teman bisa menilai.

Fakta Tak Terduga...

Diposting oleh Ironman | 02.06 | 2 komentar »


hmmnn...gak menyangka saya..sewaktu googling saya menemukan artikel dari Hai online..yg ber-isi tentang wawantara salah satu junior saya.jauh si umurnya..tapi good! berikut wawancaranya.........


Siapa yang bilang kamu tomboy?
”Nggak ada yang bilang. Aku aja ngerasa sendiri! Soalnya, belakangan aku lebih suka dengan hal-hal yang disukai sama cowok. Kayak ngedengerin lagu yang agak keras, main game balapan, main tembak-tembakan di games area bioskop.”

Emang sejak kapan kamu mulai ngerasa jadi cewek tomboy?
”Sejak satu setengah tahun yang lalu deh. Ketika aku putus sama pacar terakhir! Aku mulai menyibukan diri dengan teman-teman cowok. Niat awalnya sih biar bisa lebih ngerti dunia cowok.” (Oh, jadi itu gara-garanya?! Hahaha....)

Boleh tau nggak, kalo lagi berada dalam situasi kayak gimana sifat tomboy kamu keluar secara pol-polan?
”Pas lagi kongko sama teman-teman cowok! Teman-temanku itu kan rata-rata anak band. Jadi kalo kami kongko biasanya sambil pegang gitar akustik dan nyanyi-nyanyi. Udah gitu, kalo lagi nonton pertandingan sepak bola bareng mereka!”

Terus, sifat tomboy kamu jadi luntur mendadak saat....
”Mmmm, saat sedang mencoba mengkombinasikan pakaian sebelum pergi hang out! Maklum aja, biar tomboy, aku punya secuil cita-cita untuk jadi stylist. Hehehe....”

Terakhir, gimana nih caranya biar bisa menaklukkan cewek tomboy seperti kamu?
”Ah, nggak susah kok. Yang penting nyambung aja! Suka sama fotografi juga, suka main game balapan juga, suka nonton pertandingan sepak bola juga....” 

ORIESA’S FACTS:
Nama Lengkap: Oriesa Dewita
Tempat/ Tanggal Lahir: Surabaya, 9 September 1990
Tinggi/ Berat Badan : 160 cm/ 46 kg
Sekolah: SMA Bakti Idhata, Jakarta
Aktris Favorit: Gemma Ward

-----------------------------------------------------------------------

bangga saya......

SATU BADAN DUA KEPALA

Diposting oleh Ironman | 23.17 | 0 komentar »

Aneh memang mendengar kata satu badan dua kepala.tapi itulah yg terjadi,memang kondisi ini sudah lama diperdebatkan dan menjadi pembicaraan antara siswa di Bakti idhata.Ya..betul SMK bakti idhata dan SMA bakti idhata bagaikan mahluk yang mempunyai satu badan dua kepala.

kadang situasi ini menjadi menguntungkan.tetapi apa yang terjadi andai guru dan murid dari kedua belah pihak saling mendukung terjadinya Clash antar "saudara kandung ini".ironis memang bagaimana saudara kandung ini menjadi saling cibir dan benci. memang SMK dan SMA di pimpin oleh pemimpin yang secara tidak langsung saling ingin bersaingan
kita bisa lihat kalau datang ke bakti idhata persainan media antara murid SMK dan SMA begitu terasa.SMK yang di pimpin oleh ibu Isnani "yang terhormat" memang terasa begitu mendominasi,Isnani adalah seorang yang mempunyai kemampuan manajemen yang hebat tetapi karena Influence-nya terlalu besar terkadang beliau di benci murid.sedangkan SMA di pimpin oleh seorang yang mempunyai Ambisi besar untuk menjadi kepala sekolah,orang itu adalah Sugeng Suharto,seorang jawa yang mempunyai kemampuan bicara yang hebat dan PLAYBOY....
kedua pemimpin ini saling bersaing untuk mendapatkan "poin plus" dari yayasan Idhata...tetapi hal ini yang mulai mengorbankan kenyamanan dan rasa kondusif siswa untuk belajar di sekolah.bagaimana mungkin siswa bisa tenang belajar sedangkan guru mereka memberi benih-benih kebencian terhadap "saudara" mereka masing masing? walaupun hal ini tidak terjadi secara langsung.
ya...kepentingan mereka membuat "mahluk" satu badan dua kepala ini menjadi tidak mempunyai ketahanan yang mumpuni.jadi bagaimana harus memperbaiki ini?munkin hanya mereka yang dapat menjawab.

sekian

Ironman




Ini dia...tempat perang kami

Diposting oleh Ironman | 03.10 | | 0 komentar »




ini dia tempat yang sempat kami bela dan junjung tinggi.sebenarnya hingga kami masih sangat peduli....

bahkan kepedulian kami sangat besar lebih besar di banding waktu masih sekolah....

ada yang tau tempat ini? mungkin anda pernah menjadi atau sedang menjadi bagian dari tempat ini?!....
ironman hanya bisa berkata..."IDHATA AKU DATANG"