"murid itu tugasnya belajar! jadi kamu harus  bawa buku dan pulpen" kata sang guru."malah rokok yang kamu bawa,sekarang kamu saya hukum tidak boleh ikut ulangan.sudah gak punya pulpen mau ulangan lagi!!" hardik si guru.akhirnya si murid sebut saja namanya Angga,pulang dengan wajah tertunduk lesu memikirkan nilai akhirnya yang bakalan hancur karena melewati ulangan hari ini.singkat cerita akhirnya nilai si Angga hancur Angga pun bingung bagaimana ia harus memperbaikinya

Bertemulah ia dengan si guru,"pak saya minta perbaikan nilai" kata Angga."ah...saya gak ada waktu,besok saja" kasa si guru brengsek itu."pak tapi kan besok sudah libur semester-an" lanjut Angga."yaudah saya kasih nilai...tapi kamu bisa kasih saya apa?" tawar si guru "hmmmm...apa ya" "yaudah kamu beliin saya Lucky Strike aja 3 bungkus". "..................."tanpa bicara Angga pun langsung pergi ke warung untuk membeli rokok.
sewaktu di warung di tanyalah Angga oleh seorang perwira polisi bernama pak simbolon yang berpangkat kompol."beli rokok kok banyak amat de' " tanya pak simbolon."iya pak di suruh guru katanya sih buat dia" kata Angga dengan kesal."nilai kamu jelek ya? emang kenapa bisa jelek?" tebak pak simbolon."iya pak gara-gara gak ikut ulangan"kata angga "kamu bolos waktu ulangan?" tanya simbolon "gak pak saya ketahuan bawa rokok sama gak bawa pulpen"sahut Angga."oh......"jawab pak simbolon.
akhirnya Angga pun kembali ke sang guru.kompol simbolon pun tersenyam kecut dan terlintas di benaknya sambil berkata "ironis memang mutualisme antara tembakau dan pulpen".

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
dari cerita di atas teman-teman bisa menilai keadaan di bakti idhata.cerita di atas adalah cerita semi-fiktif yang merefleksikan kondisi sekolah bakti idhata...... semoga teman-teman bisa menilai.

0 komentar