Alumni..masalah atau solusi?

Diposting oleh Ironman | 07.38 | 0 komentar »

Mungkin semua tau bakti idhata adalah sekolah yang notabene-nya sebagai sekolah yang doyan tawuran.Dan mayoritas sekolah yang terkenal dengan kebiasaan berkelahinya akan menumbuhkan jiwa-jiwa "jagoan" baik di kalangan siswa maupun alumni.yang memang posisinya adalah bentukan dari proses mental "jagoan" itu.

karena sikap jagoanya sewaktu sekolah itu sering kali mereka seperti bebas melakukan segalanya termasuk meminta uang secara paksa terhadap junior-junior.dan itu menjadi tradisi yang turun-temurun bahkan setelah mereka lulus sekolah.untuk hal yang satu ini "label" alumni sangat lah menguntungkan di satu sisi mereka menganggap diri mereka hebat,senior,sakti dll.bahkan sebagian ada yang seolah mengkultuskan figur alumni.
merepotkan memang sikap alumni yang seperti ini dan ini juga menjadi PR bagi sekolah macam bakti idhata(baqdhat).tetapi perlu di ketahui bahwa alumni adalah tonggak penting pen-citra-an sekolah di dunia luar.sikap sekolah baqdhat yang seakan mem-berangus para alumni tidak lah salah di lihat dari latar belakang mereka yang begitu agresif.tetapi apakah pantas mereka di "habisi" begitu saja?
saya rasa itu pertanyaan yang wajib di lontarkan kepada pemimpin bakti idhata.alumni memang bisa menjadi pedang bermata dua tergantung bagaimana.sekolah menanganinya hal ini di sebabkan oleh sifat alumni yang dapat bergerak tanpa ikatan.dengan kata lain alumni dapat memberikan citra positif atau negatif tanpa harus takut di persalahkan oleh pihak sekolah.
banyak fungsi positif dari alumni selain pencitraan.mereka dapat di perbantukan di sekolah baik urusan formal atau non-formal,menjadi pembimbing bagi junior-junior,membuka link untuk kegiatan sekolah baik intrakurikuler maupun ekstrakurikuler.jika hal ini dapat di manfaatkan dengan baik oleh sekolah maka kesuksesan dapat diraih secara mutualisme.
tapi apa yang terjadi di bakti idhata sekarang?
-para murid di doktrin uktuk menjauhi alumni mereka.
-sekolah terlalu money oriented tidak memberi kesempatan pada alumni "miskin" untuk hubungan khusus kepada sekolah.
-sekolah terlalu phobia terhadap kata alumni dan tidak ber-usaha memperbaiki hubungan dengan alumni sedangkan alumni terus berusaha.
-sering menjelek-jelekan nama alumni di depan siswa.
-mereka tidak punya rasa terimakasih kepada "pahlawan prestasi" ini.

menjadi solusi atau masalah sebenarnya ada di tangan sekolah itu sendiri.tergantung bagaimana mereka menanganinya.


bakti idhata adalah tempat yang kami hormati....jadi hormatilah apa yang telah kami perbuat untuk idhata.....

sekian

0 komentar