Guru sebuah kata yang mungkin ber-arti di gugu dan di tiru.tapi mungkin(lagi)prinsip ini sudah mulai memudar atau mungkin hilang di bakti idhata.sebuah hal yang sangat disayangkan bahwa para guru di SMK/SMA bakti idhata meng-indah-kan prinsip tersebut.banyak contoh mulai dari yg kecil hingga yang melanggar KUHP.
hal ini sudah sampai pada taraf yang sangat menghawatirkan dimana sekolah yang notabene sebagai lembaga pendidikan(tentunya harus mendidik yang baik) mempunyai guru-guru yang bermoral BEJAT....terlalu kasarkah kata-kata saya?.tetapi itulah kata yang pantas untuk menggambarkan situasi ini.
kita ambil satu contoh..SOGOK-MENYOGOK adalah sesuatu hal yang lumrah terjadi di bakti idhata.praktik ini sudah berjalan lama.dari hasil pantauan saya praktik ini berjalan sudah sekitar 4 tahun.memang tidak ada data pasti kapan tepatnya praktik ini di mulai.cukup menyakitkan memang mendengar cerita bahwa sogok-menyogok dan suap sudah berkembang luas hingga ke instansi pendidikan.
yang lebih mengenaskan lagi bahwa beberapa guru menganjurkan murid untuk membayar sejumlah uang ataupun berupa barang untuk sebuah nilai yang belum tuntas atau dengan kata lain suapan pengatrol nilai.
masih segar ingatan saya ketika berbicara pada seorang junior saya.ia mengaku seorang guru komputer memintanya membelikan sebuah "kado" untuk menambah nilai yang kurang.bahkan ada junior saya yang lain tidak naik kelas karena wali kelasnya mengetahui bahwa "kado" yang di berikan lebih murah dari guru lain.
prihatin saya mendengar peristiwa itu.guru yang seharusnya menjadi tauladan dan panutan
malah mengajarkan sesuatu hal yang menurut saya(pasti orang-orang juga berfikir sama)tidak pantas dilakukan.seakan mereka menjadikan nilai murid celah untuk mendapat keuntungan.
memang masih ada guru-guru yang mengabdi secara baik tetapi jumlahnya tidak sebanding.
haruskah dunia pendidikan kita hancur karena oknum-oknum ini....?
berikut inisial oknum guru:
1.ZK
2.SMD
3.JND
4.ISN
5.SGN
6.dll.termasuk guru-guru baru!





waks situs gw di link
sawung