mentalitas bejat sang guru.

Diposting oleh Ironman | 03.13 | 0 komentar »

renyuh hati saya mendengar beberapa info dari kawan-kawan yang dekat dengan bakti-idhata.tentang seberapa baiknya mentalitas guru-guru di bakti idhata.sangat memprihatinkan....begitu kitik saya buat mereka.sebagai orang yang pernah ada di sana sangat saya sayangkan apabila staff pengajar yang seharusnyamemeberi contoh dan pembelajaran yang baik kepada murid malah menjadi pribadi yang biadab,porno,mesum dan tidak etis.

sekolah janganlah dijadikan tempat untuk menonton video porno secara masal..bahkan untuk urusan menonton secara individu tidak lah etis dirasa.info yang saya dengar sudah sangat terbukti an bisa menjadi batu sandungan bagi karir kalian bila saya melaporkan ini ke pihak yayasan.tapi kalian adalah insan yang telah dewasa!! apa perlu kita bertatap muka dan berdebat masalah video porno ini di bakti idhata.

ada banyak efek yang di khawatirkan bila ini terus berlajut:

1.para guru mugkin mempunyai pemikiran yang tidak senonoh kepada murid.kemungkinan murid perempuan apalagi murid perempuan lagi sedang tumbuh-tumbuhnya.mungkinkah kasus jalinan asmara antara guru dan murid di sekolah ini adalah dorongan nafsu??

2.bila murid mengetauhi secara langsung ini akan menjadi tamparan besar bagi sekolah kita dan staff pengajar di sana.

3.film porno kemungkinan besar merusak pemikiran guru.dan mngkin berimbas pada murid.karena "guru makan berdiri,murid makan berlari"...kalau guru menonton blue film,murid praktek langsung........begitu sekiranya..



salam ironman

Masa senang para pengajar

Diposting oleh Ironman | 19.23 | 0 komentar »

Sebentar lagi masa-masa kenaikan kelas sudah tiba bagi kelas 1 dan 2.ini merupakan masa-masa menegangkan dan krusial bagi guru dan murid-murid bakti idhata.masa ini merupakan waktu tersibuk bagi sekolah dimanapun berada,mulai dari memasukan daftar nilai,menghitung nilai,mengadakan ulangan semester,sampai murid yang meminta perbaikan nilai.hal ini memang lumrah di setiap sekolah dan sudah menjadi 'tradisi' yang melekat di jakarta.

lain halnya di bakti idhata selain murid yang sibuk ada juga yang senang karena waktu libur sudah hampir tiba.memang masa ini merupakan masa yang paling di tunggu oleh murid sabagai kaum yang menginginkan libur.namun ada yang menarik untuk di ungkapkan.salah satunya adalah tradisi memberi "kado istimewa" kepada staff pengajar.menarik memang untuk di bahas lebih lanjut tentang kegiatan yang bisa di sebut kegiatan gelap ini.

memang menjadi sebuah sikap yang ironi bila kita berfikir tentang pengajar yang meminta imbalan yang bukan haknya dari seorang murid.guru yang seharusnya menjadi pengajar yang rela dan ikhlas karena profesi guru merupakan panggilan jiwa.banyak cerita yang ber edar yang masuk ke e-mail saya tentang perilaku guru bakti idhata yang sering meminta imbalan beberapa barang sedih saya mendengar ceriata itu.

sebagai contoh ada beberapa guru yang meminta di belikan kemeja ataupun peralatan lab komputer bahkan oknum guru itu meminta secara terang-terangan.suatu tindakan yang kurang terpuji dari guru itu.banyak guru yang meminta imbalan dari hal yang kecil seperti makanan hingga hal yang besar seperti part komputer maupun pakaian.

alasan nilai jelek dan remedial sering di pakai alasan untuk memeras para murid.dengan ancaman nilai tentu murid merasa terpojok dengan penyudutan itu.saya rasa tiak etis bagi guru yang notabene di gaji oleh murid itu sendiri meminta hadiah ilegal dari murid.

sangat sedih melihat perilaku negative dari guru-guru itu.saya berharap kedepan mereka bisa sadar dan ikut memajukan sekolah ini.



salam ironman

Menerka siapa Chigo Mendez

Diposting oleh Ironman | 19.12 | 0 komentar »

Pasti ada orang yang banyak bertanya-tanya siapa chigo mendez itu.memang lumrah mempertanyakan siapa sebenarnya saya.banyak asumsi atau pemikiran yang berkembang di antara anak bakti idhata tentang siapa saya.kita memang harus jeli saat menentukan apa ini,siapa itu,untuk apa ini.

saat anda berfikir siapa saya dengan memaparkan bukit dan gaya saya menulis kemungkinan anda telah mendekati kebenaran tentang siapa saya sebenarnya. sedikit akan saya beri contoh ilustrasi.tentang banyak kemungkinan siapa chigo mendez sebenarnya.

*mungkinkah saya seorang dalam lingkar dalam sekolah yang memepunyaio misi tertentu dari tulisan saya?

*ataukah saya anak dari seorang guru bakti idhata yang memebenci seseorang atau kelompok yang bergerak di dalam bakti idhata?

*bisakah saya seorang alumni yang dahulu "tersingkir" dari peredaran bakti idhata,hingga ingin balas dendam dan mengkoreksi segala kegiatan di bakti idhata.

*mungkin saya alumni tua yang terpanggil hatinya untuk membenahi bakti idhata lewat kritik.

*mungkinkan saya orang yang tidak pernah sekolah di bakti idhata tetapi mempunyai teman banyak di bakti idhata sehingga dapat menulis blog ini?

silahkan rekan-rekan blog BI memikirkan hal ini secara matang.yang jelas misi saya bukan menjatuhkan sekolah ini tetapi ingin memperbaiki segala sesuatu yang saya bisa.


salam ironman


berikut berita yang saya kutip dari http://www.mandikdasmen.depdiknas.go.id.

Cilandak (Mandikdasmen): Sekolah Bakti Idhata bisa menjadi sekolah yang lebih baik bila segenap pengurus bisa menciptakan lingkungan yang sehat. Demikian salah satu poin sambutan Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Mandikdasmen), Prof Suyanto, Ph D., pada acara Syukuran HUT Yayasan Bakti Idhata ke 31 di komplek Yayasan Bakti Idhata, Jl Melati, No 25, Cilandak Barat, Jakarta Selatan, (Kamis 05/03/2009)
 
Suyanto mengatakan, indikasi pertama dari lingkungan yang sehat adalah kebersihan. “Pertama, lingkungannya harus bersih. Ini nanti bisa memotivasi kedisiplinan, sikap kompetitif dan sportif serta manajemen yang profesional,” kata Suyanto.
 
Harapan Suyanto tersebut diamini Ketua Yayasan Bakti Idhata, Subiyati Suyanto. Menurut Subiyati, seiring kerja keras seluruh pengurus, secara bertahap Yayasan Bakti Idhata menuju lebih baik. “Alhamdulillah Bakti Idhata menjadi lebih baik dari tahun ke tahun, misalkan tahun ajaran 2007/2008 lalu sudah berdiri SMK di sini,” kata Subiyati.
 
Kemajuan tersebut, menurut Subiyati tidak diraih dengan mudah. Sejak didirikan Pimpinan Pusat Ikatan Dharma Wanita Depdikbud (sekarang Depdiknas, red), pada hari Ibu 22 Desember 1977, Yayasan Bakti Idhata mengalami pasang surut.
 
Mulanya, Yayasan Bakti Idhata mendirikan taman kanak-kanak (TK), SMP dan SMA. Namun pada tahun ajaran 1990/1991, TK ditutup karena jumlah peserta didiknya menurun.
 
Masa-masa sulit Yayasan Bakti Idhata berlanjut pada tahun ajaran 1998/1999, dengan fenomena siswa SMA yang senang berkelahi, dan pada tahun 2000 jumlah siswa SMP kurang dari 60 siswa.
 
Terhadap fenomena tawuran, Pengurus Yayasan Bakti Idhata mengeluarkan aturan baru. Untuk siswa SMA yang suka berkelahi, diterapkan jam masuk yang berbeda dengan siswa lain. Bila siswa sekolah lainnya masuk pukul 07.00 WIB dan pulang pukul 13.00 WIB, maka waktu pulang siswa Bakti Idhata pukul 17.00 WIB. “Ini untuk mengurangi frekuensi pertemuan dengan siswa lain,” lanjut Subiyati.
 
Selain itu, juga diperhatikan keadaan lingkungan sekolah. Lingkungan kumuh secara bertahap dibersihkan dan direnovasi dan sikap disiplin ditingkatkan. Sejalan dengan itu dibuat citra baru lewat open house. Program ini melibatkan siswa sekolah lain untuk memanfatkan fasilitas Sekolah Bakti Idhata, melalui pelatihan-pelatihan seperti membuat kertas daur ulang, membuat kompos, bertanam anggrek, bertanam sayuran dan lain sebagainya.
 
Berangkat dari kerja keras dan kebersamaan segenap Pengurus Yayasan dan Sekolah Bakti Idhata, secara bertahap masyarakat mulai menanamkan kepercayaannya. Misalkan jumlah SMP Bakti Idhata saat ini sudah mencapai 213 siswa dengan 8 kelas, dan sejak empat tahun terakhir kelulusan tiap tahun mencapai 100 persen. Sementara SMK menjadi pusat perhatian masyarakat sejak pertama kali dibuka dan berhasil menerima siswa dalam enam kelas pada tahun pertama.
 
Selain itu, tahun 2008 lalu, terdapat dua siswa SMA yang berhasil mengharumkan nama Yayasan dan Sekolah Bakti Idhata. Mereka adalah Ryan Ferdiyanto, Siswa kelas XI Bahasa yang terpilih menjadi pemain PSSI Junior dan ikut dalam kompetisi internasional di Uzbekistan. Kemudian Novi Irawan Fauzi, siswa kelas XII IPS yang memperoleh medali emas dalam bidang atletik dalam kejuaraan pelajar tingkat nasional.
 
Melihat perkembangan tersebut, Suyanto menyambut gembira sekaligus mengingatkan tentang Ujian Nasional bagi siswa kelas XII. “Anak-anak harus lebih giat belajar, karena batas minimal kelulusan UN sekarang sudah dinaikkan menjadi 5.5. Jangan sampai ada yang tidak lulus,” harap Suyanto.
 
Acara Syukuran HUT ke 31 Yayasan Bakti Idhata ini berakhir pukul 13.15 WIB. Selain Dirjen Mandikdasmen, acara ini juga dihadiri Dirjen Pendidikan Non Formal dan Informal (PNFI), Hamid Muhammad, Ph., D; Sekditjen Mandikdasmen, Dr. Bambang Indriyanto; Direktur Pembinaan SMK, Dr. Joko Sutrisno; Direktur Pembinaan TK dan SD, Drs. Mudjito AK, M.Si; Kapolsek Cilandak, Donny Adityawarman; Pengurus Persatuan Dharma Wanita Depdiknas dan lainnya.*

salam ironman

 

Bom Atom yang siap meledak.

Diposting oleh Ironman | 21.28 | 0 komentar »

beberapa waktu lalu saya pernah bercerita tentang akan adanya kemungkinan perpecahan yang terjadi di antara tubuh SMK dan SMA bakti idhata.jauh hari setelah saya menceritakan cerita itu di blog ini saya kembali ke jakarta setelah lama di tugaskan di negeri seberang dan hanya menerima info lewat media elektronik.sekarang saya datang kembali ke bakti idhata demi sekedar bertemu para guru.ternyata sudah banyak berubah secara fisik sekolah ini.

hanya beberapa guru yang masih saya kenal salah satunya sang guru matematika.walaupun secara langsung saya tidak bertemu dia tetapi saya mengenalinya dari jauh.saya pun berbicara kepada beberapa orang dalam yang benar-benar mengenal saya.saya menanyakan banyak hal termasuk kondisi SMK dan SMA.memprihatinkan memang bahwa ternyata dua "saudara kandung" kandung ini tidak begitu akur.mulai dari birokrasi hingga murid-muridnya.

seperti seakan dejavu dengan pikiran sendiri.apa yang saya tulis beberapa lalu tampaknya menjadi kenyataan.saya memang selalu berharap kalau saja mereka bisa bersatu.pasti bakti idhata lebih solid.ada satu hal yang saya tidak habis pikir.ketika saya mengamati sekolah ada seorang alumni yang datang berkunjung.tetapi seakan iya di halangi untuk masuk dan bersilahturahmi bersama guru-guru.satu sikap yang aneh mengingat alumni adalah bagian dari pembangunan sekolah itu sendiri baik dari segi sosial maupun psikolois bahkan alumni bisa menjadi pendonrong di bagian akademis.

bahkan seorang yang di konfirmasi sebagai kepala SMA juga mengacuhkan dia.mengapa ini terjadi? mungkin merekalah yang bisa menjawab yang jelas bila ini terus berlanjut dan kesenjaangan antara 2 kubu ditambah pihak alumni semakin sengit saya rasa terlalu cepat untuk berkata "BAKTI IDHATA MAJU JAYA".

bagaimana mau maju kalau setiap insan bakti idhata dari petingginya hingga murid dan staf bisa saling menjatuhkan.bagaimana bisa ada integrasi sosial di bakti idhata kalau tiap siswanya hanya membisu satu sama lain dan tidak saling mengingatkan.jadi slogan bakti idhata solid itu bisa jadi hanya mitos.saya rasa bila sudah tidak bisa teratasi lagi masalah ini maka bom atom kehancuran akan meledak



salam ironman