Judul diatas saya rasa cocok untuk merefleksikan keadaan bakti idhata sekarang baik di dalam maupun lingkungan luar sekolah.memang agak risih mendengarnya ,tetapi inilah keadaan yang sebenarnya.setelah mendengar cerita lewat surat elektronik yang di kirim kan oleh seseorang dari angkatan muda mengenai gagalnya sebuah kegiatan yang ingin dirintis oleh mereka.sedih memang mendengar acara yang saya nilai begitu positif untuk kemajuan berbagai pihak baik alumni maupun sekolah memang saya kurang begitu faham tentang acara apa yang di gagas adik-adik kita ini.tapi saya yakin bila dilihat dari skalanya memang nerupakan event yang cukup mempunyai prospek bagus bagi pencitraan berbagai pihak terlebih sekolah.
Sebut saja saudara X yang mengirim E-mail kepada saya.dia lebih condong menceritakan tentang kejanggalan pembekuan gagasan acara itu.yang menurut guru dikarenakan pertandingan sepak bola yang ilegal yang di gagas senior-senior di bakti-idhata kepada juniornya yang melibatkan alumni bakti idhata.memang bila acara itu di gagas dan menimbulkan citra negatif kepada sekolah sekolah pantas marah dan keberatan.tetapi sekolah eharunya membuat sebuah kontra-negatif dari kegiatan itu.mungkin bila rencana awal ini berjalan akan menjadi kegiatan kontra yang baik untuk sebuah citra negatif.apalagi sekolah menjanjikan pemberitaan yang baik.hal ini harusnya di manfaatkan bagi sekolah sebagai pemberitaan media tandingan yang berfungsi sebagai penetral hal negatif atau kontra negatif.
Ada satu hal yang saya soroti dari cerita sodara X yaitu tantang komentar sekolah yang mengatakan bahwa bila Alumni ingin menjalin silahturahmi terhadap sekolah harus membenahi alumni itu sendiri . terdengar agak janggal di kuping saya..alumni memang butuh penangan khusus tetapi bukan hanya di serahkan kepada komunitas alumni itu sendiri perlu berabagai pihak untuk menyelesaikan ini. terutama pembicaraan dua belah pihak yang saya rasa cukup penting agar dapat saling mengerti satu sama lain dan yang terpenting pembicaraan ini harus diadakan di wilayah netral.bila perlu di dampingi oleh pihak ketiga.
Saya rasa sekolah harus bersikap bijak dalam hal ini dan tidak mengeneralisasikan setiap alumni adalah negatif.Seharusnya penangana Oknum alumni itu di lakukan secara intensif,bukan malah memfitnah alumni sebagai dampak negatif dengan mengeneralisasikan sikap.kedua belah pihak harus berani membuat keputusan yang bagus bagi kelangsungan hubungan yang positif.Banyak pula Oknum guru yang bermasalah tetapi kami tidak pernah menilai semua guru adalah negatif .
salam ironman
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





0 komentar
Posting Komentar