Sudah selazimnya bahwa setiap tahun di Indonesia di adakan sebuah test untuk menentukan kelulusan atau tidak. hal ini sangat menjadi momok bagi siswa sekolah tingkat akhir. disadari atau tidak ada beberapa faktor yang mungkin menjadi beban tersendiri bagi siswa yang akan menghadapi ujian nasional,antara lain beban psikologis,persiapan yang kurang matang. di tambah lagi nilai standart kelulusan yang tiap tahun makin meningkat padahal bila di lihat proses pembelajaran siswa masih bisa di bilang jauh dari kualitas yang baik.
hal ini sangat mungkin menghancurkan rasa percaya diri siswa di tengah ketidaksiapan pembelajaran serta tuntutan standar kelulusan yang tinggi membuat siswa tingkat akhir menghadapi tekanan yang berlebih. hal ini juga yang mendorong munculnya selah-selah bisnis bagi oknum-oknum untuk melakukan kecurangan. memang pemerintah dengan gencar mempromosikan slogan "jangan percaya bocoran".bahkan pengawasan ketatpun dilakukan demi mengeliminir kebocoran kunci jawaban. Namun sejujurnya hal ini saya anggap tidak berhasil sama sekali,dalam pemantauan saya hampir semua SMU di Jakarta menerima bocoran.entah di dapat darimana.
memang tingkat reliabilitasnya sangat menurun contohnya mungkin dari 100% kunci jawaban yang di dapat hanya sekitar 75% saya yg benar. namun ini juga harus menjad kekhawatiran sendiri bagi pemerintah di tengah derasnya arus globalisasi. di sekolah Bakti Idhata juga di temukan kunci jawaban soal Ujian Nasional. menurut sumber blog BI di dalam kunci jawaban itu di distribusikan dengan mudah walaupun tidak semua isi kunci jawaban itu benar.
memang cukup di sayangkan. dan saya rasa pasti banyak penyangkalan.terhadap kasus ini tetapi isu kebocoran kunci jawaban sudah terbukti bukanlah isapan jempol. bila pemerintah dan otoritas mau memantau hingga ke detail di jejaring sosial pasti mereka bisa menemukan indikasi kebocoran soal.
sekian salam ironman
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





0 komentar
Posting Komentar