Guru oh Guru-guru ku

Diposting oleh Ironman | 08.06 | 0 komentar »

Kadang tidak habis fikir saya melihat keadaan di sekitar yang ada. Baik secara langsung maupun tidak langsung. Memang tidak akan pernah habis bila kita membahas sesuatu hal yang ada di sekitar kita,hal itu bisa keadaan sosial,ekonomi atau politik. Lain hal nya di dalam dunia pendidikan. Banyak hal yang menarik untuk di telaah maupun di analisis. Memang kehidupan putih abu-abu memang penuh warna dan cerita yang menarik dari permasalahan guru hingga kepada para senior sekolah.

Dalam kesempatan ini saya ingin membicarakan bagaimana tindak tanduk guru di dalam sekolah, terutama sekolah bakti idhata. Memang sulit untuk menghindar dari banyak tuduhan jikalau tulisan ini di tuduh sebagai hal yang provokatif . memang banyak hal yang menarik di dalam lingkungan ke’guruan’ bakti idhata. Seperti yang saya sudah pernah tulis di tulisan-tulisan saya sebelumnya guru selalu menjadi tokoh sentral permasalahan di bakti idhata. Memang tidak bisa menyalahkan guru secara full tetapi dalam berbagai hal mereka mempunyai peranan yang sangat penting terhadap sebuah permasalahan.

Ada banyak contoh yang bisa kita ambil mulai dari kasus “uang haram”,pemukulan,percintaan,hingga rasa keinginan di hormati secara berlebih. Secara khusus saya akan membicarakan kasus yang terakhir. Memang seakan sangat lucu bila ada guru yang selalu minta di hormati.tidak salah memang bila seseorang ingin di hormati tetapi setiap orang harus berusaha menarik simpati orang lain atau setidaknya berbuat hal yang positif untuk di hormati.

Sudah sepantasnya memang guru di hormati oleh murid hal tersebut memang menjadi kewajiban murid sebagai pelajar yang tidak lain merupakan bentuk nyata dari implementasi sopan santun yang di ajarkan oleh gurunya. Ada kasus menarik yang terjadi di bakti idhata dimana ada seorang guru yang ingin mendapat rasa hormat dari murid tetapi mengambil jalan yang salah dengan cara menerapkan pola KEKERASAN. Tentunya hal ini tidak akan mendapat simpati dari murid bahkan cenderung menimbulkan rasa benci yang menahun.

Sudah sepantasnya guru-guru mengubah pola pendekatan mereka terhadap muridnya masing-masing. Guru harus jadi pengayom yang baik di dalam sekolah, niscaya bila hal ini terjalani dengan lancar maka muridpun juga akan merasa nyaman berada di sekolah tanpa harus takut menghadapi ancaman yang datang dari gurunya sendiri. Akan sangat menggembirakan sekali bila suatu saat kita tidak melihat kekerasan lagi di bakti idhata yang melibatkan guru maupun murid.

0 komentar